Persepsi dan Kebenaran
ANGKA-ANGKA
Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
“Siapa yang bisa berhitung?” Si Akri mengangkat tangan.
“Benar kamu bisa berhitung?”
“Bisa Bu. Ayah yang mengajari.”
“Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?”
“Empat.”
“Bagus. Setelah enam?”
“Tujuh.”
“Setelah sembilan?” “Sepuluh.”
“Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar
berhitung. Lalu setelah sepuluh?” tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Akri menjawab, “Jack.”
Sekilas Tentang Sakramen
I. Sakramen Pada Umumnya
- Setiap manusia adalah mahluk simbolis dan ekspresif.
- Artinya kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari penggunaan simbol dan tanda. Manusia mengekspresikan dirinya melalui simbol dan tanda.
- Oleh karena itu Allah mengkomunikasikan diri-Nya melalui bahasa manusia agar manusia mengenal dirinya lewat simbol dan tanda yang dapat dimengerti manusia.
Perbedaan Simbol dan Tanda
- Simbol : menghadirkan secara nyata apa yang ditandakannya.
- Tanda : tidak menghadirkan secara nyata apa yang ditandakannya, hanya memberikan gambaran.
Pengertian Sakramen: Tanda rahmat / keselamatan yang kelihatan, yang menghadirkan rahmat yang tidak kelihatan.
- Sakramen adalah tanda keselamatan/rahmat dan kehadiran Tuhan dalam hidup manusia
- Yesus Kristus adalah SAKRAMEN DASAR, karena seluruh hidup Yesus Kristus menghadirkan Allah kepada manusia. Rahmat dan kasih Allah menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus.
- Rahmat dalam sakramen hanya akan menjadi efektif jika penerima sakramen memiliki iman dan keadaan batin yang siap dalam pelaksanaannya.
- Mengapa 7 Sakramen? 7 Sakramen dipilih karena ketujuh sakramen tersebut mewakili seluruh hidup manusia, dan karena angka tujuh merupakan angka sempurna yang memiliki makna khusus.
7 Sakramen dalam Gereja Katolik:
1) Sakramen Baptis
2) Sakramen Ekaristi
3) Sakramen Krisma/Penguatan
4) Sakramen Tobat/Pengakuan Dosa
5) Sakramen Pengurapan Orang Sakit/ Minyak Suci
6) Sakramen Perkawinan
7) Sakramen Imamat
Sakramen yang hanya dapat diterimakan satu kali seumur hidup:
- Sakramen Baptis
- Sakramen Krisma
- Sakramen Imamat
Sakramen mempunyai 3 Aspek Simbolis:
- Aspek Antropologis
Adalah aspek yang berhubungan dengan sifat manusiawi atau kemanusiaan manusia.
Dalam setiap sakramen ada Materi (Tanda/Perbuatan) dan Forma ( Kata) yang dapat dipahami (atau diindera) manusia.
- Aspek Kristologis
Adalah aspek yang bersumber pada Kristus sebagai asal dari semua sakramen karena Kristus adalah Sakramen Dasar.
- Aspek Eklesiologis
Adalah aspek yang berhubungan dengan Gereja sebagai pelaksana sakramen berdasarkan perintah Kristus, dan sebagai jemaat.
- Gereja adalah sakramen keselamatan karena Gereja adalah tanda persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia.
- Gereja menghadirkan Kristus.
- Kristus menghadirkan Allah.
II. Sakramen Baptis
- Sakramen baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik.
- Sakramen baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik.
- Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu.
Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik:
- Sakramen Baptis
- Sakramen Ekaristi
- Sakramen Krisma
3 Tahap Inisiasi Katolik
1) Masa pra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen
Masa pemurnian motivasi calon, dituntut pertobatan dan iman
2) Masa Katekumen menjadi Calon Baptis
Masa perkembangan iman calon baptis, merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman
3) Masa Calon Baptis menjadi Baptisan baru
Masa persiapan baptisan dan penerimaan menjadi angota Gereja Katolik
Sesudah dibaptis, para baptisan baru menerima/mengalami masa pembinaaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi.
- Untuk dibaptis, seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus.
- Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
- Melalui sakramen baptis sesorang dilahirkan kembali dalam air dan Roh.
- Lilin bernyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus.
Materi dan Forma Sakramen Baptis
- Materi: Air
- Forma: “Aku membaptis kamu dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Buah Atau Rahmat Sakramen Baptis:
1. mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
2. menjadi “ciptaan baru” dan dilantik menjadi anak Allah.
3. memperoleh rahmat pengudusan yang;
- membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya.
- Membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus.
- Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan
4. digabungkan menjadi anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
5. dimeteraikan secara kekal dalam sebuah meterai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.
Macam-Macam Baptisan:
@ Baptisan bayi : baptisan yang diterima saat masih bayi
@ Baptisan dewasa: baptisan yang diterima saat sudah dewasa
@ Baptisan rindu: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima baptisan rindu
@ Baptisan darah: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.
Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan kita
- Kitab Suci pernah menceritakan bahwa Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes pembabptis.
- Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama.
@ Baptisan kita adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Yesus tidak membutuhkan pertobatan, karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (sama dalam segala hal dengan manusia kecuali dalam hal dosa).
III. Sakramen Ekaristi
- Sakramen Ekaristi adalah perjamuan syukur.
- Sebelum menderita sengsara dan wafat, Yesus merayakan perjamuan malam terakhir bersama murid-murid-Nya.
- Perjamuan Malam Terakhir adalah asal dari Ekaristi.
- Perjamuan Malam Terakhir dilakukan Yesus dan murid-murid-Nya untuk memperingati Perjamuan Paskah Yahudi.
- Yesus mengubahnya menjadi sebuah perjamuan syukur bagi murid-murid-Nya, dan sebagai tanda perpisahan kepada mereka.
- Dalam Perjamuan Terakhir bersama para murid,Yesus mengucap syukur dan dan memberikan pesan “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku”. Ia juga berkata “Cawan in adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu”. Ia juga memberikan perintah untuk melakukan hal itu sebagai kenangan akan diri-Nya “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku”.
- Perjamuan Tuhan diteruskan oleh Gereja dalam perjamuan ekaristi (sakramen ekaristi)
- Perjamuan Ekaristi adalah peringatan syukur untuk mengenangkan dan sekaligus menghadirkan kembali Yesus yang mempersembahkan diri-Nya dalam kematian di salib demi keselamatan manusia, sesuai dengan perintah Yesus.
- Kata Ekaristi berasal dari kata ‘eukharistia’ yang artinya puji syukur.
- Ekaristi merupakan kehadiran Kristus melalui kekuatan Sabda-Nya dan Roh Kudus.
- Kehadiran Kristus paling nyata dapat dirasakan dalam sakramen Ekaristi.
- Bagian terpenting dalam sakramen ekaristi adalah DOA SYUKUR AGUNG.
- Skema besar Perayaan Ekaristi terdiri dari:
1. Ritus Pembukaan
2. Liturgi Sabda
3. Liturgi Ekaristi
4. Ritus Penutup
Materi dan Forma Sakramen Ekaristi
- Materi: Roti dan Anggur
- Forma:
- “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku”
- “Cawan in adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumapahkan bagimu”
- “…perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku”.
IV. Sakramen Krisma
- Peralihan dari masa kanak-kanak ke kedewasaan bagi banyak budaya merupakan hal penting.
- Kedewasaan bukan hanya secara fisik, namun juga keseluruhan diri.
- Demikian juga dalam hal iman. Sakramen Krisma merupakan tanda kedewasaan iman seseorang.
- Bersama sakramen Baptis dan sakramen Ekaristi, sakramen Krisma merupakan inisiasi Katolik.
- Penerimaan sakramen Krisma melengkapi rahmat pembaptisan, dan menyempurnakan inisiasi.
- Melalui sakramen Krisma, seseorang diikat secara kebih kuat dan sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekutan Roh Kudus.
- Konsekuensi dari sakramen Krisma adalah tanggung jawab iman dan semakin wajib untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus.
Rahmat Dalam Sakramen Krisma
1) Menjadikan kita sungguh anak Allah.
2) Menyatukan lebih teguh dengan Kristus.
3) Menambahkan karunia Roh Kudus ke dalam diri kita.
4) Mengikat kita lebih sempurna dengan Gereja.
5) Menganugerahkan kepada kita kekuatan Roh Kudus.
Materi dan Forma Sakramen Krisma
- Materi: Minyak Krisma (Minyak Zaitun)
- Forma: “Semoga dimeterai oleh karunia Allah, Roh Kudus”.
V. Sakramen Tobat
- Dosa adalah perbuatan melawan cinta kasih Tuhan dan sesama.
- Setiap dosa berarti manusia menjauhkan diri dari Tuhan dan mendekatkan diri pada ciptaan.
- Pada dasarnya setiap manusia tidak menghendaki berbuat dosa, namun memiliki kecenderungan untuk berdosa.
- Sebuah tindakan yang dikatakan sebagai dosa, jika dilakukan secara sadar, dengan sengaja (diinginkan), dan dalam keadaan bebas, akan berakibat merugikan orang lain dan drinya sendiri serta merusak hubungan dengan Tuhan.
- Akan tetapi, Allah kita adalah Allah yang mengampuni.
- Allah selalu memberikan kebebasan (kehendak bebas) kepada manusia. Manusia dapat secara bebas memilih untuk hidup bersama-Nya dengan penuh kelimpahan stsu terpisah dengan-Nya.
- Lewat perbuatan dosa, manusia memilih untuk memisahkan diri dari Allah dan hidup menurut kehendaknya sendiri tanpa rahmat Allah.
- Akibat dosa, manusia kehilangan rahmat Allah yang pernah ia terima dalam sakramen baptis. Ia tidak layak lagi disebut sebagai anak Allah. Selain itu, dosa ikut mengotori kesucian Gereja Kristus. Relasi dengan sesama pun ikut rusak.
- Jika seseorang bertobat maka, ia pun berdamai kembali dengan Allah, Gereja, dan sesama.
- Gereja melalui mereka yang memiliki kuasa para rasul, menjadi saluran rahmat pengampunan dan pendamaian Allah dalam sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat.
- Yang dituntut dalam sakramen tobat adalah bukan hanya sekadar rasa sesal dan air mata, melainkan “metanoia’.
- Metanoia berarti perubahan hati dan seluruh sikap hidup.
- Yang diminta Allah dari manusia adalah niat baik dan usaha pertobatan yang dilakukan manusia.
- Allah selalu siap menerima orang yang bertobat.
Langkah-langkah pertobatan seseorang:
1) Menyadari dan mengakui dosa
2) Menyesali dosa
3) Berniat untuk tidak berbuat dosa lagi
4) Mohon ampun
5) Mau menghidupi cara hidup yang baru
Unseen Love
Unseen Love
(Cinta yang tak terlihat)
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT. Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa, yang dinamakan CINTA…
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan…Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi, ingatlah… melepaskan BUKAN akhir dari Dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis… mereka yang tersakiti…mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
CINTA yang AGUNG? Adalah ketika kamu menitikkan air mata, dan MASIH peduli terhadapnya. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, dan kamu MASIH menunggunya dengan setia… Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain, dan kamu MASIH Bisa tersenyum sembari berkata “ Aku turut berbahagia untukmu “
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya ke alam bebas lagi. Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta, dan kehilangannya, dan terbang … tapi… ketika cinta itu mati … kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang… MELAINKAN Mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri… dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada… HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu buat.
TEMAN SEJATI… mengerti ketika kamu berkata “aku lupa…”. Menunggu selamanya ketika kamu berkata “tunggu sebentar…”. Tetap tinggal ketika kamu berkata “tinggalkan aku sendiri…”. Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata bolehkah saya masuk?
MENCINTAI…BUKANlah bagaimana kamu melupakan… melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN… BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan… melainkan bagaimana kamu MENGERTI… BUKANlah apa yang kamu lihat…melainkan apa yang kamu RASAKAN… BUKANlah bagaimana kamu melepaskan… melainkan bagaimana kamu BERTAHAN…
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus… sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang. Dalam urusan cinta kita SANGAT JARANG menang… Tapi, ketika CINTA itu TULUS, Meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri… Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia…jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar, MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu. mencintai Itulah CINTA SEJATI.
NAMUN, Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang yang tersedia. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah CINTA yang tidak kamu sadari
RENAISSANCE
Mengapa Renaissance?
Renaissance adalah masa yang mencerahkan Eropa dan mengubah dunia.
Renaissance adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan “renaisans” berasal dari bahasa Perancis renaissance yang artinya adalah “Lahir Kembali” atau “Kelahiran Kembali”. Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Namun zaman sekarang hal ini bisa menyangkut segala hal.
Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan. Masa Renaissance bukan suatu perpanjangan yang berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad pertengahan.
Halo dunia!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Arsip
- September 2009 (1)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (7)
- April 2008 (5)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (3)
- Januari 2008 (5)
- Desember 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


