Nasi Ternyata Tidak Baik Bagi Kita
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat email dari seorang teman tentang bahaya makan nasi. Begini isisnya:
Hasil research yang baru saja saya lakukan membuktikan bahwa makan nasi ternyata tidak baik bagi kita. Buktinya:
1. Nasi MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.
2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.
3. HAMPIR 99% KEJAHATAN terjadi dalam waktu kurang dari 24-jam setelah pelakunya mengkonsumsi nasi.
4. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.
5. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.
6. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.
7. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.
8. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan jika makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.
9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.
10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.
11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.
12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng), dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.
13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konf elektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), batu baterai TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat- zat berbahaya lainnya.
14. Kitab suci (samawi) tidak pernah menyebut-nyebut soal nasi. Para Nabi juga tidak makan nasi. Lagipula nasi bukan sesuatu yang dianjurkan agama sehingga keabsahan penggunaannya pun belum dapat dipastikan.
15. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk bunuh orang.
Kepercayaan Tidak Buta
Seorang imam di muka meja dekat jendela menyiapkan khotbah tentang Penyelenggaraan Tuhan, ketika ia mendengar sesuatu seperti ledakan. Segera ia melihat orang lalu lalang berlari-lari dalam kepanikan dan menemukan, bahwa bendungan telah meledak, sungai meluap dan rakyat sedang diungsikan.
Imam melihat air semakin tinggi di jalanan di bawah. Ia merasa sedikit sulit menekan rasa panik yang mencekam, tetapi ia berkata: “Di sini aku sedang menyiapkan khotbah tentang Penyelenggaraan Tuhan, dan aku mendapat kesempatan untuk mempraktekkan khotbahku. Aku tidak akan lari seperti lainnya. Aku akan tetap tinggal di sini dan percaya akan penyelenggaran ilahi untuk menolong aku.”
Ketika air sudah sampai jendela, perahu penuh orang lewat. “Naiklah, pastor,” teriak mereka. “Ah tidak anak,” kata Pastor penuh percaya. “Aku percaya Penyelenggaraan Tuhan akan menolong aku.”
Pastor memang betul naik ke atap, tetapi ketika air sampai di sana, seperangkat orang dalam perahu lewat, mendesak pastor naik, sekali lagi ia menolak.
Kali ini ia naik ke puncak menara lonceng. Ketika air sampai di lututnya, seorang petugas dalam perahu motor dikirim untuk menolongnya. “Terimakasih, saudara,” kata Pastor dengan senyum tenang. “Aku percaya kepada Tuhan, Ia tidak akan meninggalkan aku.”
Ketika pastor tenggelam dan naik ke surga, pertama-tam yang ia lakukan ialah mengeluh kepada Tuhan. “Aku percaya kepada-Mu. Mengapa Engkau tidak berbuat apa-apa untuk menolong aku.”
“Ah,” kata Tuhan. “Aku sudah mengirim perahu tiga kali.”
Dikutip dari “Doa Sang Katak” ; Antony De Mello
-
Arsip
- September 2009 (1)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (7)
- April 2008 (5)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (3)
- Januari 2008 (5)
- Desember 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


