RENAISSANCE

Kegelisahan, Kegembiraan, dan Harapan

Persepsi dan Kebenaran

ANGKA-ANGKA

 

Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,

“Siapa yang bisa berhitung?” Si Akri mengangkat tangan.

“Benar kamu bisa berhitung?”

“Bisa Bu. Ayah yang mengajari.”

“Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?”

“Empat.”

“Bagus. Setelah enam?”

“Tujuh.”

“Setelah sembilan?” “Sepuluh.”

“Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar

berhitung. Lalu setelah sepuluh?” tanya Bu Guru lagi.

Dengan senyum penuh keyakinan, si Akri menjawab, “Jack.”

 

September 24, 2007 - Posted by | Pencerahan

3 Komentar »

  1. Mas Kris, bagus juga ilustrasinya. Antara persepsi dengan kebenaran kadang bisa saling menyalahkan. Terkadang Persepsi yang terbangun bisa mengalahkan kebenaran yang sebenarnya. Itulah kehebatan sebuah persepsi. Thanks ilustrasinya. Bagus juga kalau dibaca oleh anak didik kita.

    Komentar oleh verykaka | Oktober 7, 2007 | Balas

  2. ilustrasinya bagus pak…

    Komentar oleh alvian | Oktober 24, 2007 | Balas

  3. ilistrasinya bagus

    Komentar oleh ferry jhon | Januari 11, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: