RENAISSANCE

Kegelisahan, Kegembiraan, dan Harapan

Kasus Ahmadiyah Bisa Menodai Kebebasan Beragama

Iseng membaca Tempo, ketemu artikel ini.

Amien Rais: Kasus Ahmadiyah Bisa Menodai Kebebasan Beragama
Sabtu, 19 Apr 2008 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, Padang:-Mantan Ketua Umum Muhamadiyah Amien Rais menilai kasus pelarangan Ahmadiyah bisa menodai kebebasan beragama di Indonesia.
“Karena nampak ada kelompok-kelompok masyarakat yang pikirannya cekak, tidak mau berpikir lebih jauh, mengandalkan otot dan kekerasan untuk melenyapkan orang yang berbeda pendapat,” kata Amien Rais di Padang, Sabtu (19/4).

Amien Rais mengatakan fatwa yang dikeluarkan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan harus dibarengi dengan sebuah pengertian bahwa eksistensi orang-orang Ahmadiyah harus dijaga keselamatannya, hak-hak politiknya serta hak-hak kewarganegaraannya.

“Bahwa mereka punya akidah atau keyakinan yang melenceng dari katakanlah akidah Islam yang benar, tidak berarti bahwa mereka lantas pantas untuk ditimpuki batu kantornya, atau dijadikan warga negara kelas dua,”kata dia. Amien mengatakan, inilah saatnya pemerintah harus arif, harus betul-betul menekankan tidak boleh ada kekerasan.

Ia mengimbau agar tokoh-tokoh Islam harus betul-betul menerapkan moral dan akhlak Islam karena dalam Alquran menurut Amien, orang kafir pun punya hak hidup.
“Ahmadiyah itu gradasinya jauh lebih ringan,”ujarnya. Ia berpendapat, kalau Ahmadiyah dilarang, akan menimbulkan anarki.

Sekali ini saya setuju Amien Rais (Biasanya gak🙂 ). Pelarangan terhadap Ahmadiyah merupakan bentuk pelanggaran HAM. Pelanggaran terhadap UU HAM yang kita ratifikasi dan kemudian buat sendiri sejak tahun 1999. Setiap orang memliki kebebasan untuk menentukan keyakinannya, sekalipun berbeda dari kebanyakan orang , sekalipun bertentangan dengan kebayakan orang. Sepanjang keyakinan seseorang dijalankan tanpa merugikan dan menindas orang lain, siapakah kita berhak melarangnya? Inilah pelanggaran HAM yang sesungguhnya,… sebuah pembunuhan karakter oleh orang-orang yang memiliki kuasa.

Siapa tidak bersalah, silakan melempar batu lebih dahulu…😦

April 19, 2008 - Posted by | Pencerahan

3 Komentar »

  1. Saya idem juga. Toni

    Komentar oleh ton6312 | April 22, 2008 | Balas

  2. Begitulah Indonesia….

    Komentar oleh Kristiono | April 23, 2008 | Balas

  3. setuju…

    Komentar oleh Donald | Juli 27, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: