RENAISSANCE

Kegelisahan, Kegembiraan, dan Harapan

Apakah Ahmadiyah Bisa Dibubarkan?

Setelah terbit SKB tanggal 9 Juni lalu, berbagai tanggapan dan reaksi muncul. Semua orang memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya dan memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain.Akan tetapi dasar negara adalah Pancasila, dan negara ini adalah negara hukum. Kepercayaan adalah milik pribadi yang tidak bisa dipaksakan, bahkan oleh Tuhan sekalipun. Dalam hal ini sebenarnya negara pun tidak memiliki hak atas kepercayaan orang lain. Setiap orang bebas mempercayai apa yang ia ingin percayai. Itulah sebabnya kepercayaan masuk sebagai hak asasi manusia.

Di Indonesia, ini berbeda. Negara merasa memiliki hak atas kepercayaan pribadi. Negara masuk wilayah pribadi manusia. Namun pelaksanaannya pun bukan tanpa aturan. UUD 1945 (jika masih bisa disebut demikian…) menjamin kebebasan orang untuk memeluk kepercayaannya. Begitu pula UU HAM. Kepercayaannya tidak bisa diatur, yang diatur adalah pelaksanaannya. Jika sebuah kepercayaan ternyata mengganggu ketertiban umum dan merugikan orang lain, maka kepercayaan seperti itu bisa dilarang. Sekte-sekte yang mengajak orang untuk bunuh diri massal, melakukan pengorbanan manusia, yang seperti ini bisa dan jelas harus dilarang. Namun selama kepercayaan itu tidak menganggu ketertiban dan merugikan orang lain, maka kepercayaan tersebut tidak bisa dilarang. Di luar alasan itu, pembubaran dan pelarangan Ahmadiyah menjadi inkontitusional dan berdasarkan pada sikap kelompok belaka. Tidak terbuka terhadap perbedaan. Jika Ahmadiyah dilarang dengan mengatakan ada nabi dan kitab suci yang berbeda, berarti suatu saat akan terbuka kemungkinan pelarangan terhadap agama-agama lain yang non Islam. Misal, Nabi dalam Islam dianggap Tuhan dalam Kekristenan. Yang dianggap berhala dalam Islam, justru ditaruh disetiap rumah penganut agama Budha, dan sebagainya dan sebagainya.

Lalu apakah Ahmadiyah bisa dilarang? Selama kepercayaan itu tidak mengganggu ketertiban umum dan merugikan orang lain, maka Ahmadiyah tidak bisa dilarang. Tentu saja ini harus dalam konteks pengakuan bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari Islam yang ada di Indonesia, dan menjadi sebuah kepercayaan baru diluar Islam.

Mengapa PKI bisa dilarang di Indonesia? Ahmadiyah berbeda dari PKI. PKI bukan kepercayaan, namun partai politik. Dan pula, PKI menganut atheisme, sedangkan Indonesia mendasarkan negaranya pada kepercayaan pada Tuhan. Pelarangan terhadap PKI tidak bisa diberlakukan kepada Ahmadiyah.

Ah, kita mau hidup berdampingan secara damai saja kok susah ya? Mari kita belajar menghargai perbedaan, orang yang berbeda itu bukan musuh. Peace…🙂

Juni 13, 2008 - Posted by | Pencerahan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: