RENAISSANCE

Kegelisahan, Kegembiraan, dan Harapan

Ciri Perkembangan Kepribadian

Ciri Perkembangan Kepribadian

Anak Usia 1-5 Tahun

 

Dua Malaikatku

Dua Malaikatku

Setelah beberapa lama diam dan mengamati, akhirnya dapat ditulislah artikel ini. Artikel ini adalah hasil pengamatan pemilik blog terhadap perkembangan balita yang ada di sekitarnya, terutama dari dua malaikat lucu yang setiap hari mewarnai dan sekaligus menyibukkan hari-hari pemilik blog ini, dan tentu saja berbagai referensi yang dipelototinya sejak masa kuliah dulu.😀

 

 

 

Perkembangan kepribadian Anak Balita

 

Usia 1 sampai 2 tahun

  • Memperhatikan lingkungan sekitar dan ingin memegang apa saja.
  • Tidur siang lama sekali.
  • Bermain sendiri sebentar-sebentar.
  • Memperhatikan semua bagian-bagian tubuhnya.
  • Mulai mengenali orang-orang di dekatnya secara lebih intens.
  • Menolak orang yang belum terbiasa dengannya.
  • Mulai memberikan persetujuan dan penolakan dengan bahasa tubuh dan kata yang terbatas.

 

Usia 2 sampai 3 tahun

  • Berlari, memanjat, mendorong, sangat aktif.
  • Mulai menunjukkan eksitensi dirinya dengan kemandirian terbatas, makan sendiri dengan tangan, sendok, cangkir.
  • Dapat melepas sendiri sebagian pakaiannya.
  • Mulai memperhatikan alat kelamin dan mulai mengerti perbedaan kelamin.
  • Tidur lebih sedikit, mudah bangun.
  • Menyukai rutinitas.
  • Mengandalkan kedekatan dengan orang-orang diakrabinya, dan kecewa jika mereka tidak ada.
  • Ingin melakukan segala sesuatu sendiri.
  • Keras kepala dan mudah berubah-ubah pikiran.
  • Menpunyai watak dan suasana hati yang mudah berubah.
  • Suka meniru orang dewasa, terutama yang dekat dengannya.
  • Senang bermain dengan anak yang seusianya.
  • Belum mampu berbagi, menunggu, bergiliran, mengalah.
  • Menyukai permainan air.
  • Sering menggunakan kata-kata tunggal dan kalimat-kalimat pendek.
  • Cenderung bersifat negatif dan mengatakan tidak.
  • Mulai mampu berimajinasi secara terbatas.
  • Pemahamannya melebihi apa yang mampu diucapkannya.

 

Usia 3 sampai 4 tahun

Power Rangers, berubah!!

Power Rangers, berubah!!

 

  • Senang berlari, melompat, dan memanjat.

     

  • Makan dan minum sendiri dengan rapi.
  • Dapat membawa cangkir dan minuman tanpa tumpah.
  • Dapat berpakaian dan melepas pakaiannya sendiri.
  • Tidak menyukai tidaur siang namun melakukan permainan yang terarah dan tenang.
  • Membutuhkan persetujuan dari orang dewasa dan melakukan perintah-perintah sederhana.
  • Sangat peka terhadap ungkapan tidak setuju.
  • Selalu ingin diikutsertakan.
  • Ingin tahu yang besar.
  • Mulai mampu berimajinasi dengan baik, dan cenderung memiliki teman khayal, takut terhadap gelap.
  • Dapat mulai menunggu giliran, mulai mengalah.
  • Mampu bermain sendiri dengan baik, namun cenderung menjadi ribut jika bermain bersama.
  • Mulai dapat memikul tanggung jawab, seperti merapikan mainan, mematikan TV dan film yang ditontonnya.
  • Dekat dengan orang tua yang berbeda jenis kelamin.
  • Mulai melepaskan perasaan tidak enak dengan merengek dan menangis, ekspresif.

 

Usia 4 sampai 5 tahun

  • Semakin mampu mengkoordinasikan diri dengan baik.
  • Sangat aktif.
  • Mempunyai kebiasaan membersihkan diri dengan baik.
  • Memulai segala sesuatu namun tidak menyelesaikannya.
  • Suka memerintah dan membual.
  • Bermain dengan anak lain tetapi menonjolkan diri sendiri.
  • Suka bertengkar namun cepat berbaikan kembali.
  • Mampu berbicara dengan lancar dan senang menceritakan dirinya serta cenderung dilebih-lebihkan.
  • Memiliki imajinasi yang sangat aktif.
  • Berada pada tahap bagaimana? Dan mengapa?
  • Mulai menunjukkan kebergantungan pada teman sebaya.

 

Dan tentu saja dalam psikologi, tidak ada ilmu pasti. Segalanya biasanya hanya berupa kecenderungan yang semakin dipengaruhi dengan lingkungan sekitar dan pendidikan nilai yang diberikan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

 

Desember 12, 2008 - Posted by | Aktifitas, Iseng, Pencerahan

4 Komentar »

  1. Ini ada masukan baru dari seorang teman. Sayang dia tidak mengidentifikasikan dirinya dengan baik, tapi saya masukan saja, siapa tahu ada yang merasa tambahan ini ada gunanya.😀

    Terimakasih saya sangat tertarik denagan uraian di atas. Karena saya mendapatkan tugas mata kuliah psikologi, Khususnya ciri perkembangan. Tapi disini kami ingin mencantumkan beberapa hukum-hukum perkembangan. siapa tahu ada manfaatnya.
    HUKUM-HUKUM PERKEMBANGAN

    Hokum-hukum perkembangan antara lain seperti yang dikemukakan di bawah ini yaitu :
    1. Perkembangan adalah kualitatif
    Perkembangan yang terjadi tidak mengenai materi, melainkan mengenai fungsi. Jadi, perubahan fungsi tidak terjadi secara kuantitatif, melainkan secara kualitatif.

    2. Perkembangan sangat dipengaruhi oleh proses dan hasil dari belajar
    Dengan belajar orang memperoleh pengalaman. Pengalaman belajar meliputi aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap itu seseorang menjadi berkembang yang akhirnya akan menentukan tingkat kedewasaan seseorang.

    3. Usia ikut mempengaruhi perkembangan
    Dengan pertambahan usia seseorang, akan menuju pada tingkat kematangan pada fungsi-fungsijasmaniah. Kematangan fungsi-fungsi jasmaniah dapat mempercepat proses perkembangan, baik fungsi jasmani maupun kejiwaan.

    4. Masing-masing individu mempunyai tempo perkembangan yang berbeda-beda.
    Dalam keadaan normal, perkembangan seseorang berlangsungdalam tempo tertentu yang tidak mesti sama bila dibandingkan dengan tempo perkembangan orang lain. Ini berarti bahwa gambaran keseluruhan pribadi seseorang pada setiap waktu menentukan posisi yang tepat, jika dibandingkan dengan keseluruhan pribadi orang lain.

    5. Perkembangan dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan
    Faktor Hereditas dan lingkungan sama-sama penting bagi perkembangan individu. Hereditas menumbuhkan fungsi-fungsi kapasitas, sedangkan pendidikan dan lingkungan yang mengembangkannya.

    6. Perkembangan yang lambat dapat dipercepat
    Perkembangan sesorang dikatakan terlambat apabila pribadinya tidak berkembang sesuai dengan pola perkembangannya sendiri yang normal. Misalnya karena terkena penyakit, tekanan batin kekecewaan. Kelambatan perkembangan dapat diupercepat melalui : penciptaan lingkungan yang kondusif di sekolah, di luar sekolah serta motivasi belajar pada anak didik.

    7. Perkembangan meliputi proses Individuasi dan Integrasi
    Meskipun pola tingkah laku individu pada mulanya bersifat umum, namun dengan majunya pertumbuhan terjadi perkembangan masing-masing fungsi yang tidak bersamaan. Misalnya, dalam pola umum pertumbuhan badan, muncullah fungsi meninggi sebelah tangannya, gerakan tangan yang masih global itu kemudian disusun dengan fungsi gerakan jari-jari tangannya. Setelah itu disusul dengan gerakan otot balik pada tangan dan jari untuk dapat memegang suatu benda dan akhirnyaberkembanglah kecakapan sensoris motorik seperti menulis dan memetik senar gitar. Ini merupakan proses individuasi dengan jalan mendifinisikan gerakan-gerakan khusus secara berangsur-angsur dari pola gerakan global atau umum.
    Perkembangngan juga merupakan proses integrasi perkembangan pribadi kita terjadi sederhana menuju semakin kompeks. Kecakapan yang bersifat kompleks berkembang melalui kordinasi dan intregrasi dari fungsi-fungsi yang lebih sederhana dan kecil-kecil. Misalkan, anak yang belajar berjalan dimulai dari belajar duduk dengan sikap tegak serta meletakkan kaki-kaki yang meninggi jasmani serata kekuatan yang semakin besar dan belajar gerakan merangkak, merambat dan melangkahkan kaki. Kordinasi dan integrasi lebih lanjut terhadap fungsi-fungsi gerakan-gerakan semacam itu akhirnya menghasilkan kecakapan berjalan pada anak. Kenyataan ini menghendaki agar pendidikan mampu membimbing anak sehingga anak dapat mengungkapkan totalitas-totalitas yang penting.

    Komentar oleh F-1 | Desember 20, 2008 | Balas

  2. waw! bapak!!!! saya ada award buat bpk..
    http://hanjaya839.wordpress.com/2009/06/04/arrggghhh/

    Komentar oleh hanjaya839 | Juni 4, 2009 | Balas

  3. anak saya 4 tahun baru2 ini dia suka pukul..tendang..seenaknya baik k ibu dan ayahnya…kita pikir mkn pengaruh dari tv.kalau kita marahi pasti dia minta maaf dengan berat hati…dan akan mengulanginya lagi. minta saran bagaimana cara marahin yang bijak yang tidak membuat dia sakit hati..atau mencontoh menjadi galak apabila kita marah kepadanya..

    Komentar oleh agung | Oktober 13, 2009 | Balas

  4. agung:anak saya juga sama berumur 4 tahun. Dan awalnya juga begitu. Menghukum anak tidak perlu terlalu berat, hukuman ringan namun dilakukan kosisten setiap kali dia berbuat kesalahan yang sama akan membuatnya lama2 menjadi jera. Dan sebaiknya jangan menghukum dengan hal yang justru hendak kita hilangkan.Jika anak suka memukul maka sebaiknya jangan menghukum dengan pukulan pula. Satu hal yang perlu diingat, hasil pendidikan tidak pernah instan, namun selalu hasil dari pembiasaan… Semoga membantu..

    Komentar oleh kristiono | Oktober 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: